Pertemuan Komite Ilmiah pada tanggal 22 Juni 2020 lalu dilakukan secara online karena kondisi yang tengah dalam pandemi. Semua Komite Ilmiah hadir pada pertemuan tersebut. Adapun agenda pertemuan tersebut membahas mengenai progres kegiatan INARAC tahun 2020 dan Policy Brief  dan Scientific Opinion untuk 3 MCPDE dan GE pada produk minyak sawit. 

Rapat dibuka oleh Dra. Eka Purnamasari, Apt., M.K.M selaku Kepala Pusat Riset dan Kajian Obat dan Makanan sebagai pengantar awal, dan dilanjutkan oleh Dra. Sri Murhandini, Apt., M.Phil selaku kepala bidang riset dan kajian Pangan Olahan. Rapat ini dihadiri oleh tim komite ilmiah serta staf bidang Riset dan Kajian Pangan Olahan. Materi paparan disampaikan oleh Eva Nikastri, S.TP., M. Si. Kemudian, rapat selanjutnya dipimpin oleh Prof. Winiati P. Rahayu selaku Ketua Komite Ilmiah INARAC.

Kegiatan INARAC tahun 2020 yaitu :

  1. Kajian Risiko 3-MCPDE dan GE dalam Produk Pangan Olahan Diet Khusus Untuk Bayi dan Anak di Indonesia sedang dalam proses penyusunan laporan dengan tim panel pakar 
  2. Risk Profiling Cemaran Mikroplastik pada Air Mineral Dalam Kemasan (AMDK) sudah dilakukan  dengan mengikuti template yang ada 

Concern BPOM terhadap Cemaran Mikroplastik pada AMDK, antara lain:

  1. Kemungkinan adanya cemaran mikroplastik pada produk AMDK
  2. Rekomendasi WHO, pemantauan rutin mikroplastik dalam AMDK belum dianjurkan saat ini
  3. Produk Air Mineral Dalam Kemasan (AMDK) yang beredar di Indonesia sudah sesuai dengan SNI AMDK, Peraturan Kepala Badan POM dan sejalan dengan Standar yang ditetapkan Codex
  4. Codex (CCCF) belum mengangkat isu mikroplastik sebagai cemaran karena belum tersedianya data ilmiah tentang bahaya terhadap kesehatan manusia
  5. Perlu dilakukan kajian profil risiko dari data/literatur yang ada

Namun terkait Cemaran Mikroplastik pada AMDK perlu dipastikan kembali arah kajiannya karena belum ada batasan baik di Codex, JEFCA dan EFSA.

Berdasarkan pertemuan tersebut maka dapat disimpulkan sebagai berikut ; 

  1. Dalam perhitungan kadar 3 MCPDE dan GE sudah dimasukkan equivalen untuk konversi dari 3MCPDE menjadi 3 MCPD bebas, namun memang statement terkait hal tersebut belum muncul di Scientific Opinion dan Policy Brief , maka akan ditambahkan.
  2. Sebaiknya untuk gambar grafik yang ditampilkan berupa kurva distribusi saja, karena lebih komplit dan informatif, karena dapat tahu sebarannya bagaimana dan mediannya seperti apa.
  3. Scientific Opinion sebaiknya dijadikan 1 dan tidak dipisah antara 3MCPDE dan GE. Untuk Policy Brief  judulnya memang harus eye cacthing tapi jangan mengundang masalah misalnya seperti, kebijakan segera untuk menurunkan 3MCPDE dan GE.
  4. INARAC perlu membuat template untuk Policy Brief  sehingga memiliki ciri khas untuk mudah dikenali.
  5. Di CODEX belum ada isu tentang mikroplastik. Akan sulit dalam menetapkan maksimum levelnya, tetapi yang akan dicapai yaitu Code of Practice nya saja.
     

Pertemuan selanjutnya diharapkan dapat dilakukan segera, menunggu hasil perbaikan Policy Brief  dan Scientific Opinion untuk 3 MCPDE dan GE pada produk minyak sawit sesuai dengan arahan Komite Ilmiah. 

INARAC

(Indonesia Risk Assessment Center)

Alamat

Gedung Rempah Lt. 1 Badan Pengawas Obat dan Makanan Jl. Percetakan Negara No. 23, Jakarta Pusat 10560

Social Media

Visitor

  • Pengunjung Online : 3
  • Pengunjung Hari Ini : 50
  • Pengunjung Minggu Ini : 344
  • Total Pengunjung : 14034

Maps

Bagaimana pendapat Anda tentang tampilan dan konten website INARAC Indonesia Risk Assessment Center?