Kepala Bidang Riset dan Kajian Pangan Olahan, Tanti Lanovia, SSi., Apt., MSi. atas nama Kepala Pusat Riset dan Kajian Obat dan Makanan menyampaikan kata sambutan.  Perwakilan Komite Ilmiah dari Kementerian/Lembaga dan Akademisi yang hadir diharapkan dapat merevisi SOP INARAC dan Policy Brief Kajian Risiko Aflatoksin pada Kacang Tanah dan Pembahasan Data Pengujian 3MCPD dan GE pada produk minyak kelapa sawit dan Akrilamida pada produk kopi.

Pertemuan ini dimoderatori oleh Prof. Winiati Pudji Rahayu selaku Ketua Komite Ilmiah dan dihadiri oleh beberapa perwakilan Komite Ilmiah lainnya yaitu Dr. Ir. Joni Munarso dari Balai Pasca Panen Kementerian Pertanian, Dr. rer. Nat. Rahmana Emran Kartsasmita dari Sekolah Farmasi ITB dan Dr. Rindy Panca Tanhindarto dari BATAN juga Ibu Dr. Hanifah N. Lioe dari Departemen Ilmu Teknologi Pangan IPB sebagai pakar.

Revisi SOP dibutuhkan karena disesuaikan dengan kegiatan INARAC. Beberapa hal perlu ditambahkan seperti prosedur pemilihan dan penetapan anggota komite ilmiah dan pemilihan dan penetapan anggota panel pakar untuk ARAC atau Forum Internasional. Prosedur tersebut ditambahkan karena sesui denga kebutuhan INARAC. Selain itu, dilakukan juga review terkait  Scientific Opinion dan Policy Brief kajian risiko Aflatoksin pada Kacang Tanah yang telah disusun oleh panel pakar. Hasilnya adalah masih ada hal yang perlu diperbaiki dan ditambahkan. 

INARAC

(Indonesia Risk Assessment Center)

Alamat

Gedung Rempah Lt. 1 Badan Pengawas Obat dan Makanan Jl. Percetakan Negara No. 23, Jakarta Pusat 10560

Social Media

Visitor

  • Pengunjung Online : 3
  • Pengunjung Hari Ini : 7
  • Pengunjung Minggu Ini : 534
  • Total Pengunjung : 14224

Maps

Bagaimana pendapat Anda tentang tampilan dan konten website INARAC Indonesia Risk Assessment Center?